Nur Azizah (1),
Sitti Nur Djannah (2), Surahmah Asti M. (3)
INTISARI
Air Susu Ibu
(ASI) merupakan makanan yang ideal untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi
yang dibutuhkan oleh bayi. Pemberian ASI eksklusif yang baik dan benar pada
bayi dianjurkan untuk jangka waktu 6 bulan. Untuk dapat memberikan ASI eksklusif
yang baik dan benar tentunya harus didukung dengan pengetahuan yang dimiliki
oleh ibu menyusui. Tetapi kecenderungan penurunan penggunaan ASI secara
eksklusif di daerah pedesaan banyak terjadi sebagai akibat
adanya budaya yang
melekat dan sudah menjadi tradisi bayi baru lahir diberi pisang sebagai
tambahan ASI.
Penelitian ini
merupakan penelitian observasi dengan pendekatan Cross Sectional, dilakukan
pada ibu-ibu menyusui di Desa Jengkok Kertasemaya Kabupaten Indramayu, sebanyak
50 responden. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang Air Susu Ibu (ASI) dengan
pemberian ASI eksklusif yang baik dan benar di Desa Jengkok Kertasemaya
Kabupaten Indramayu.
Metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan secara tertutup yang
disusun secara terstruktur yang berisi pertanyaan yang harus diisi responden
untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang ASI dan pemberian ASI eksklusif
yang baik dan benar. Data ini kemudian penulis analisis dengan menggunakan
program SPSS for Window versi 11,0
dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dengan α 0, 05.
Berdasarkan
hasil perhitungan diperoleh bahwa tingkat signifikansi 0,010 < 0,05, artinya ada
hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian ASI
eksklusif di Desa Jengkok Kertasemaya Kabupaten Indramayu dan tingkat
signifikansi 0,035 < 0,05, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan
ibu tentang ASI dengan menyusui yang baik dan benar di Desa Jengkok Kertasemaya
Kabupaten Indramayu.
Kata kunci: pengetahuan
tentang ASI, pemberian ASI eksklusif, menyusui yang baik dan benar.
No comments:
Post a Comment