Wednesday, May 21, 2014

Perkembangan Gender


Pandangan tentang Perkembangan Gender
Ada berbagai cara untuk memandang perkembangan gender. Beberapa menekankan faktor biologis dalam perilaku laki-laki dan perempuan; yang lain menekankan faktor sosial atau kognitif (Lippa, 2005).
Pandangan Biologis
Dalam pasangan kromosom yang ke – 23 pada manusia (kromosom jenis kelamin) menentukan apakah janin tersebut perempuan (XX) atau laki-laki (XY). Tak seorang pun menyangkal adanya perbedaan genetika, biokimia, dan antomi antarjenis kelamin. Bahkan, para ahli gender yang memiliki orientasi lingkungan yang kuat mengakui bahwa perempuan dan laki-laki diperlakukan secara berbeda karena perbedaan fisik mereka dan peran mereka yang berbeda dalam reproduksi. Permasalahannya adalah ketepatan atau ketidaktepatan dari pengaruh biologis dan lingkungan. Sebagai contoh, androgen adalah hormon jenis kelamin yang dominan pada laki-laki. Apabila tingkat androgen yang tinggi secara langsung mempengaruhi fungsi otak, yang kemudian meningkatkan beberapa perilaku, seperti tingkat aktivitas atau agresi, maka pengaruh biologisnya bersifat langsung. Apabila tingkat androgen yang tinggi pada seorang anak menghasilkan perkembangan otot yang kuat, yang kemudian menyebabkan orang lain mengharapkan anak tersebut menjadi seorang atlet yang hebat. Kemudian, hal tersebut mendorong anak untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga, maka pengaruh biologis terhadap perilaku bersifat tidak langsung.
(Dikutip berdasarkan buku Santrock)

No comments:

Post a Comment