Pandangan tentang Perkembangan Gender
Ada berbagai cara untuk memandang perkembangan gender.
Beberapa menekankan faktor biologis dalam perilaku laki-laki dan perempuan;
yang lain menekankan faktor sosial atau kognitif (Lippa, 2005).
Pandangan Biologis
Dalam pasangan kromosom yang ke – 23 pada manusia
(kromosom jenis kelamin) menentukan apakah janin tersebut perempuan (XX) atau
laki-laki (XY). Tak seorang pun menyangkal adanya perbedaan genetika, biokimia,
dan antomi antarjenis kelamin. Bahkan, para ahli gender yang memiliki orientasi
lingkungan yang kuat mengakui bahwa perempuan dan laki-laki diperlakukan secara
berbeda karena perbedaan fisik mereka dan peran mereka yang berbeda dalam
reproduksi. Permasalahannya adalah ketepatan atau ketidaktepatan dari pengaruh
biologis dan lingkungan. Sebagai contoh, androgen adalah hormon jenis kelamin
yang dominan pada laki-laki. Apabila tingkat androgen yang tinggi secara
langsung mempengaruhi fungsi otak, yang kemudian meningkatkan beberapa
perilaku, seperti tingkat aktivitas atau agresi, maka pengaruh biologisnya
bersifat langsung. Apabila tingkat androgen yang tinggi pada seorang anak menghasilkan perkembangan
otot yang kuat, yang kemudian menyebabkan orang lain mengharapkan anak tersebut
menjadi seorang atlet yang hebat. Kemudian, hal tersebut mendorong anak untuk
berpartisipasi dalam cabang olahraga, maka pengaruh biologis terhadap perilaku bersifat
tidak langsung.
(Dikutip berdasarkan buku Santrock)
No comments:
Post a Comment