BAB I
PENGANTAR
Laporan Akhir Studi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna
memperoleh derajat Diploma III pada Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta.
Dalam Laporan Akhir Studi ini penulis mengambil judul “MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN YOGYA
BERKERUDUNG TANPA PAES DITINJAU DARI KEINDAHAN KESERASIAN BUSANA DAN ASESORIS DI LABORATORIUM RIAS AKADEMI KESEJAHTERAAN SOSIAL “AKK” YOGYAKARTA”. Dalam Laporan Akhir Studi ini perlu diketahui lebih dahulu tentang batasan-batasan
masalah yang akan diteliti faktor-faktor yang menjadi latar belakang dan tujuan
penelitian yang akan dilakukan.
Dalam bab ini
akan diuraikan mengenai:
A. Latar Belakang Masalah
Perkawinan adalah
peristiwa yang sangat
penting karena menyangkut tata nilai kehidupan manusia. Oleh karena itu
perkawinan merupakan suatu ikatan
yang sah dan
tugas suci (sakral)
bagi manusia untuk mengembangkan
keturunan yang baik
dan berguna bagi
masyarakat luas. Peristiwa
perkawinan itu dirayakan
dengan serangkaian upacara
yang mengandung nilai budaya
luhur dan suci.
Demikian juga dengan
tata rias pengantin Yogya,
khususnya tata rias pengantin berkerudung.
Tata
rias
pengantin Yogya berkerudung tanpa
paes sekarang banyak sekali digemari
orang khususnya muslimah. Karena selain terlihat lebih indah dan anggun, penggunaan kerudung atau jilbab
sebagai penutup kepala lebih mempercantik
penampilan tata rias pengantin
untuk memperindah jilbab atau
kerudung yang dikenakan biasanya
menggunakan asesoris pengantin disertai dengan melati yang sudah
dirajut atau dengan kain yang sudah dihiasi Melati asli.
Rangkaian bunga Melati sebagai ciri khas pengantin Indonesia
dibuat untuk hiasan dengan
berbagai macam kegunaan
dipadukan dengan asesoris dan
busana sebagai penutup
kepala pengantin yang menggunakan kerudung. Bentuk roncean bunga Melati
maupun asesoris yang biasanya sebagai hiasan pada Pengantin Jawa sudah
mengalami modifikasi. Sekarang roncean bunga Melati dikenakan sebagai hiasan
pada pengantin berkerudung disertai dengan keserasian busana dan asesoris
yang mendukung.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka
penulis akan mencoba melakukan eksperimen tentang tata rias Pengantin Yogya
berkerudung tanpa paes yang dirancang secara modifikasi ditinjau dari keindahan
keserasian busana dan asesoris di Laboratorium Rias Akademi Kesejahteraan
Sosial “AKK” Yogyakarta.
B. Pembatasan Masalah
Pembatasan
masalah ini dimaksudkan untuk membatasi istilah-istilah yang ada kaitannya
dengan judul, agar ruang lingkup dan judul penelitian ini menjadi jelas.
Pembatasan masalah dirumuskan secara cermat dan teliti melalui penegasan
istilah-istilah yang menjadi jelas ruang lingkup permasalahannya.
Adapun
istilah-istilah tersebut adalah:
1. Modifikasi
Modifiksi
adalah mengubah atau
mengadakan perubahan
(Badudu dan
Zain, 2001)
Jadi yang
dimaksud modifikasi dalam
penelitian ini adalah
melakukan perubahan Yogya berkerudung.
2. Tata
Rias
Tata rias adalah suatu seni yang bertujuan untuk memperoleh hasil riasan
dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan serta
menutupi kekurangan yang ada (Martha Tilaar, 1995).
Jadi yang
dimaksud dengan tata rias dalam penelitian ini adalah suatu seni yang bertujuan
membuat wajah lebih cantik dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah
dan menyamarkan atau menutup kekurangan pada wajah.
3. Tata
Rias Pengantin Yogya Berkerudung
a.
Pengantin
Pengantin
adalah orang yang sedang melangsungkan perkawinannya; mempelai (Tim Redaksi
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002).
b.
Yogya
Yogya adalah nama
kota yang ada
dalam Yogyakarta Hadhiningrat
(Badudu dan Zain, 2001).
c.
Berkerudung
Berkerudung adalah memakai
kerudung atau penutup
kepala
(Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 2006).
Jadi pengertian
Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes adalah pengantin
yang memakai tata rias untuk
mempercantik wajah dengan
memakai gaya Pengantin
Yogya menggunakan kain
penutup atau kerudung.
4. Keindahan
Keindahan
adalah kebagusan/kepermaian (Badudu dan Zain, 2001).
Jadi
yang dimaksud dengan keindahan dalam Usulan Laporan Akhir Studi ini adalah
kebagusan dalam menggunakan busana Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes
dengan riasan wajah yang digunakan.
5. Keserasian
Keserasian adalah kesesuaian, kecocokan,
keharmonisan
(Badudu
dan Zain, 2001: 1295)
Jadi
yang dimaksud dengan keserasian dalam Usulan Laporan Akhir Studi ini adalah kesesuaian
dalam menggunakan busana Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes dengan riasan
wajah yang digunakan.
6. Busana
Busana adalah
segala sesuatu yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk
pelengkap, tata rias wajah, dan tata rias rambut
(Prapti Karomah dan Sicilia Sawitri, 1986)
Jadi yang
dimaksud keserasian busana
adalah keserasian antara
busana yang dikenakan
menurut ajaran Islam
yaitu sesuai yang
dikenakan manusia mulai
dari ujung rambut
sampai ujung kaki.
7. Asesoris
Asesoris atau hiasan adalah barang yang dipakai untuk menghias sesuatu (Poerwadarminta,
2002).
Dalam hal
ini yang dimaksud
asesoris adalah tambahan
hiasan yang dikenakan
dalam Pengantin Yogya
berkerudung sebagai pemanis.
8. Laboratorium Akademi Kesejahteraan Sosial
“AKK”
a.
Laboratorium
Laboratorium adalah tempat
atau kamar tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan
atau penyelidikan
(Poerwadarminta, 1990)
b.
Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK”
Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” adalah
nama sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta yang mencangkup tiga bidang (progam
studi) yaitu: Boga, Busana, dan Rias dengan jenjang Diploma III.
Jadi yang dimaksud dengan Laboratorium
Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta yaitu Laboratorium bidang Rias
tempat dimana penulis mengadakan eksperimen.
Dari
pembatasan istilah-istilah tersebut di atas dalam Laporan Akhir Studi
ini penulis hanya membatasi pada hasil riasan Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes ditinjau dari keindahan keserasian busana dan asesoris di Laboratorium Rias “AKS” AKK Yogyakarta.
C. Tujuan Masalah
Adapun
yang menjadi tujuan Laporan Akhir Studi ini adalah sebagai berikut:
1. Ingin mengetahui hasil dari tata rias Pengantin Yogya berkerudung
inovatif ditinjau dari keindahan, keserasian busana, dan asesoris.
2.
Ingin meningkatkan kreativitas dalam menciptakan tata
rias pengantin Yogya berkerudung tanpa paes ditinjau dari keindahan, keserasian
busana, dan asesoris dan sesuai dengan kaidah syarat-syarat pengantin muslim.
3.
Ingin menambah dan memperdalam pengetahuan tentang tata
rias Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes.
No comments:
Post a Comment