Thursday, August 21, 2014

Tata Rias Pengantin Yogya Berkerudung tanpa Paes



BAB I
PENGANTAR

Laporan Akhir Studi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh derajat Diploma III pada Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta. Dalam Laporan Akhir Studi ini penulis mengambil judul “MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN YOGYA BERKERUDUNG TANPA PAES DITINJAU DARI KEINDAHAN KESERASIAN BUSANA DAN ASESORIS  DI LABORATORIUM RIAS AKADEMI KESEJAHTERAAN SOSIAL “AKK” YOGYAKARTA”. Dalam Laporan Akhir Studi ini perlu diketahui lebih dahulu tentang batasan-batasan masalah yang akan diteliti faktor-faktor yang menjadi latar belakang dan tujuan penelitian yang akan dilakukan.
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai:
A.     Latar Belakang Masalah
Perkawinan  adalah  peristiwa  yang  sangat  penting karena menyangkut tata nilai kehidupan manusia. Oleh karena itu perkawinan merupakan  suatu  ikatan  yang  sah  dan  tugas  suci  (sakral)  bagi  manusia untuk  mengembangkan  keturunan  yang  baik  dan  berguna  bagi  masyarakat luas. Peristiwa  perkawinan  itu  dirayakan  dengan  serangkaian  upacara  yang mengandung  nilai  budaya  luhur  dan  suci.  Demikian  juga  dengan  tata  rias pengantin Yogya, khususnya tata rias pengantin  berkerudung.
Tata  rias  pengantin  Yogya berkerudung tanpa paes sekarang banyak sekali  digemari orang  khususnya  muslimah. Karena  selain terlihat lebih indah dan  anggun, penggunaan kerudung atau jilbab sebagai penutup kepala lebih mempercantik  penampilan tata  rias  pengantin  untuk  memperindah  jilbab atau  kerudung yang  dikenakan  biasanya  menggunakan  asesoris  pengantin disertai dengan melati yang sudah dirajut atau dengan kain yang sudah dihiasi Melati asli.
Rangkaian  bunga Melati sebagai ciri khas pengantin Indonesia dibuat untuk  hiasan  dengan  berbagai  macam  kegunaan  dipadukan dengan  asesoris  dan  busana  sebagai  penutup  kepala pengantin yang menggunakan kerudung. Bentuk roncean bunga Melati maupun asesoris yang biasanya sebagai hiasan pada Pengantin Jawa sudah mengalami modifikasi. Sekarang roncean bunga Melati dikenakan sebagai hiasan pada pengantin berkerudung disertai dengan keserasian busana dan  asesoris  yang mendukung.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis akan mencoba melakukan eksperimen tentang tata rias Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes yang dirancang secara modifikasi ditinjau dari keindahan keserasian busana dan asesoris di Laboratorium Rias Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta.
B.     Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ini dimaksudkan untuk membatasi istilah-istilah yang ada kaitannya dengan judul, agar ruang lingkup dan judul penelitian ini menjadi jelas. Pembatasan masalah dirumuskan secara cermat dan teliti melalui penegasan istilah-istilah yang menjadi jelas ruang lingkup permasalahannya.
Adapun istilah-istilah tersebut adalah:
1.      Modifikasi
Modifiksi  adalah  mengubah  atau  mengadakan  perubahan 
(Badudu  dan  Zain, 2001) 
Jadi  yang  dimaksud  modifikasi  dalam  penelitian  ini  adalah  melakukan  perubahan Yogya  berkerudung.
 2.      Tata  Rias
Tata rias adalah suatu seni yang bertujuan untuk memperoleh hasil riasan dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan serta menutupi kekurangan yang ada (Martha Tilaar, 1995).
Jadi yang dimaksud dengan tata rias dalam penelitian ini adalah suatu seni yang bertujuan membuat wajah lebih cantik dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutup kekurangan pada wajah.
3.      Tata  Rias  Pengantin  Yogya Berkerudung
a.       Pengantin
Pengantin adalah orang yang sedang melangsungkan perkawinannya; mempelai (Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002).
b.      Yogya 
Yogya  adalah  nama  kota  yang  ada  dalam  Yogyakarta  Hadhiningrat 
(Badudu  dan  Zain,  2001).
c.       Berkerudung
Berkerudung  adalah  memakai  kerudung  atau  penutup  kepala 
(Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia, 2006).
Jadi  pengertian  Pengantin Yogya  berkerudung  tanpa paes adalah  pengantin  yang  memakai  tata  rias  untuk  mempercantik  wajah  dengan  memakai  gaya  Pengantin  Yogya  menggunakan  kain  penutup  atau  kerudung.
4.      Keindahan 
Keindahan adalah kebagusan/kepermaian (Badudu dan Zain, 2001).
Jadi yang dimaksud dengan keindahan dalam Usulan Laporan Akhir Studi ini adalah kebagusan dalam menggunakan busana Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes dengan riasan wajah yang digunakan.
 5.      Keserasian
Keserasian adalah kesesuaian, kecocokan, keharmonisan
             (Badudu dan Zain, 2001: 1295)
Jadi yang dimaksud dengan keserasian dalam Usulan Laporan Akhir Studi ini adalah kesesuaian dalam menggunakan busana Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes dengan riasan wajah yang digunakan.
6.      Busana
Busana adalah segala sesuatu yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk pelengkap, tata rias wajah, dan tata rias rambut
            (Prapti Karomah dan Sicilia Sawitri, 1986)
Jadi  yang  dimaksud  keserasian  busana  adalah  keserasian  antara  busana  yang  dikenakan  menurut  ajaran  Islam  yaitu  sesuai  yang  dikenakan  manusia  mulai  dari  ujung  rambut  sampai  ujung  kaki.
7.      Asesoris
Asesoris atau hiasan adalah barang yang dipakai untuk menghias sesuatu                (Poerwadarminta, 2002).
Dalam  hal  ini  yang  dimaksud  asesoris  adalah  tambahan  hiasan  yang  dikenakan  dalam  Pengantin  Yogya  berkerudung  sebagai  pemanis.
8.      Laboratorium Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK”
 a.      Laboratorium
Laboratorium adalah tempat atau kamar tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan atau penyelidikan
(Poerwadarminta, 1990)
 b.      Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK”
Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” adalah nama sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta yang mencangkup tiga bidang (progam studi) yaitu: Boga, Busana, dan Rias dengan jenjang Diploma III.
Jadi yang dimaksud dengan Laboratorium Akademi Kesejahteraan Sosial “AKK” Yogyakarta yaitu Laboratorium bidang Rias tempat dimana penulis mengadakan eksperimen.
Dari pembatasan istilah-istilah tersebut di atas dalam Laporan Akhir Studi ini penulis hanya membatasi pada hasil riasan Pengantin Yogya berkerudung  tanpa paes ditinjau dari  keindahan keserasian busana dan asesoris di Laboratorium  Rias “AKS” AKK Yogyakarta.
C.    Tujuan Masalah
Adapun yang menjadi tujuan Laporan Akhir Studi ini adalah sebagai berikut:
1.  Ingin mengetahui hasil dari tata rias Pengantin Yogya berkerudung inovatif ditinjau dari keindahan, keserasian busana, dan asesoris.
2.      Ingin meningkatkan kreativitas dalam menciptakan tata rias pengantin Yogya berkerudung tanpa paes ditinjau dari keindahan, keserasian busana, dan asesoris dan sesuai dengan kaidah syarat-syarat pengantin muslim.
3.      Ingin menambah dan memperdalam pengetahuan tentang tata rias Pengantin Yogya berkerudung tanpa paes.

No comments:

Post a Comment