PENDAHULUAN
Berbicara di muka umum, entah itu berkhotbah, mengajar, berpidato atau
memberi sambutan, sering mendatangkan stres bagi orang yang mendapat mandat
itu. Sedapat mungkin orang yang berbicara biasanya berusaha
menghindar. Namun, pada saat tertentu orang tersebut akan tidak dapat
mengelak lagi. Sesungguhnya, berbicara di depan umum itu tidak harus
membuat kita stress. Rahasianya adalah jika kita mengetahui penyebab stres ini,
dan jika kita menerapkan beberapa prinsip-prinsip ini, maka
kita justru akan
menikmati ketika berbicara di depan umum.
1. Kecemasan Berbicara di Muka Umum Bukan
Berasal dari Dalam
Kebanyakan orang percaya bahwa seluruh hidup ini patut dicemaskan! Untuk
mengatasi kecemasan ini secara efektif, kita mesti menyadari bahwa kita tidak
perlu mencemaskan hidup, termasuk juga dalam berbicara di depan umum. Ribuan
orang telah belajar untuk berbicara di depan umum tanpa rasa cemas (kalaupun
ada hanya sedikit sekali). Pada mulanya, mereka ini juga sangat cemas.
Lutut mereka gemetaran, suara mereka bergetar, pikiran menjadi kacau, tetapi
akhirnya mereka berhasil menghapus kecemasan itu.
Sebagai manusia biasa, kita pun juga tidak berbeda dengan mereka. Jika
mereka mampu mengatasi kecemasan itu, berarti kita pun bisa, hanya perlu
mendapat pedoman, pengertian dan rencana aksi yang tepat untuk mewujudkan hal
itu. Ada
proses yang harus dilalui.
2. Seseorang yang Tidak Harus Cerdas dan
Sempurna
Ketika melihat seorang sedang berkhotbah, kita lalu bergumam "Wow,
saya tidak mungkin bisa secerdas, setenang, selucu dan semenarik dia."
Sesungguhnya, Anda tidak harus cerdas, lucu atau menarik. Saya mengatakan
ini dengan serius. Walaupun Anda hanya memiliki kemampuan
rata-rata--bahkan di bawah rata-rata--Anda masih bisa menjadi pembicara sukses. Itu
tergantung bagaimana Anda mendefinisikan kata "sukses" itu sendiri.
Percayalah, hadirin itu tidak mengharapkan Anda tampil sempurna.
Inti dari berbicara di depan umum adalah: memberikan sesuatu yang
bernilai dan bermakna bagi hadirin. Jika hadirin itu pulang sambil membawa
sesuatu yang bermanfaat, maka mereka akan menilai Anda telah sukses. Jika
mereka pulang dengan perasaan yang lega atau merasa mendapat manfaat untuk
pekerjaannya, maka mereka akan menganggap bahwa tidak sia-sia meluangkan waktu
untuk mendengarkan paparan Anda. Bahkan sekalipun lidah Anda terpeleset
atau mengucapkan kata-kata yang tolol . . . mereka tidak peduli, yang penting
mereka mendapat manfaat lain (Bahkan sekalipun Anda mengkritik mereka dan
membuat gusar, Anda pun tetap berhasil karena membuat mereka lebih baik
lagi.)
3. Anda hanya Butuh Dua atau Tiga Pokok Utama
Anda tidak perlu menyuguhkan segunung fakta pada hadirin. Banyak
penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali yang mampu diingat hadirin
(kecuali jika mereka mencatat, tentu saja). Pilihlah dua atau tiga point utama
saja, yang diinginkan hadirin sebenarnya adalah mereka bisa membawa pulang dua
atau tiga hal yang bermanfaat. Jika Anda bisa memasukkan hal ini dalam materi
Anda, Anda bisa menghindari kompleksitas yang tidak perlu. Ini berarti juga
membuat tugas Anda sebagai pembicara jadi lebih ringan, dan lebih menyenangkan
juga!
4. Anda Punya Tujuan yang Tepat
Prinsip ini sangat penting. Jadi, simaklah baik-baik. Kesalahan besar
yang sering dilakukan oleh orang yang berbicara di depan umum adalah mereka
tidak punya tujuan yang tepat. Inilah yang secara tidak mereka sadari
menyebabkan kecemasan dan stres. Seorang pembicara mengisahkan
pengalamannya:"Dulu, saya pikir tujuan utama berpidato adalah membuat
semua orang yang hadir setuju dengan pendapat saya." Karena itu, dia
berusaha keras untuk meyakinkan semua hadirin. Jika ada satu orang saja yang
tidak setuju, dia langsung meradang. Jika ada orang yang pulang duluan,
jatuh tertidur, atau kelihatan tidak tertarik, orang ini merasa telah gagal,
tetapi kemudian dia menyadari hawa ambisi seperti ini terlihat menggelikan.
Apakah ada pembicara yang bisa meyakinkan 100% orang yang mendengarnya?
Jawabannya: tidak ada! Sesungguhnya, sekeras apapun upaya Anda. . . selalu
saja ada orang yang tidak sepakat dengan Anda. Tetapi tidak
apa-apa. Ini hal yang biasa.
Di dalam kumpulan orang banyak selalu ada perbedaan pendapat, penilaian
dan tanggapan. Ada
yang positif, ada pula yang negatif. Tidak ada yang pasti dalam hal ini.
Jika lamban menyelesaikan pekerjaan Anda, ada yang bersimpati pada Anda, ada
pula yang mengkritik Anda dengan tajam. Jika Anda menuntaskan pekerjaan Anda
dengan baik, ada yang memuji kemampuan Anda, ada pula yang sangsi bahwa Anda
bisa mengerjakannya sendirian. Orang yang pulang duluan, mungkin bukannya tidak
tertarik pada uraian Anda melainkan mungkin karena ada keperluan mendesak. Yang
tertidur, mungkin semalaman begadang karena anaknya sakit. Ingat,
inti dari berbicara di depan umum adalah memberi nilai atau makna tertentu pada
hadirin. Kata kuncinya adalah “memberi”, bukan “mendapat”. Dengan kata
lain, tujuannya bukan mendapat sesuatu (persetujuan, ketenaran, penghormatan,
pengikut dan sebagainya) dari pendengar Anda, melainkan memberikan sesuatu yang
bermanfaat.
5. Kunci Sukses adalah Tidak Menganggap Diri
Anda Seorang Pembicara
Prinsip ini tampak paradoks. Kebanyakan orang telah terpengaruh oleh
pembicara yang sukses. Kemudian agar sukses, kita berusaha sekuat tenaga
memperlihatkan kualitas tertentu yang sebenarnya tidak kita
miliki. Akibatnya kita menjadi putus asa ketika gagal meniru karakteristik
dari orang terkenal, yang kita anggap sebagai kunci suksesnya.
Jelasnya, alih-alih menjadi diri sendiri, kita sering berusaha menjadi
seperti orang lain! Padahal sebagian besar pembicara yang sukses itu
melakukan hal yang sebaliknya! Mereka tidak berusaha menjadi orang lain, tetapi
menjadi diri mereka sendiri. Dan mereka pun terkejut sendiri karena mereka bisa
menikmati tugas yang bayak dicemaskan orang ini.
Rahasianya, karena mereka tidak berusaha menjadi pembicara tetapi menjadi
diri mereka sendiri! Kita bisa melakukan hal yang sama. Apapun jenis
kepribadian Anda, ataupun ketrampilan dan talenta yang Anda miliki, Anda pasti
mampu berdiri di muka umum dan menjadi diri Anda sendiri.
6. Kerendahan Hati dan Humor Sangat Menarik
Perhatian
Ada dua
hal yang dapat dipakai oleh siapa saja untuk menarik perhatian orang ketika
berbicara di muka umum, yaitu: kerendahan hati dan humor. Semua orang
mengenal humor. Jika humor itu tidak menyakiti siapapun, cukup lucu dan
sesuai dengan tema pembicaraan Anda, silahkan gunakan. Humor selalu
menarik meskipun Anda tidak cakap menyampaikannya, sedangkan yang dimaksud
kerendahan hati adalah ketika berbicara Anda membagikan pergumulan, kelemahan
dan kegagalan Anda. Sebagai manusia biasa kita punya kelemahan dan ketika Anda
jujur mengungkapkannya Anda menciptakan suasana yang nyaman sehingga orang lain
juga bersedia mengungkapkan hal yang sama.
Dengan rendah hati di depan orang lain, justru akan membuat Anda lebih
kredibel, bisa dipercaya dan disegani. Anda lebih mudah menjalin komunikasi
dengan mereka karena dianggap sebagai "orangnya sendiri".
Kombinasi antara humor dan kerendahan hati seringkali sangat
efektif. Dengan menceritakan pengalaman hidup Anda yang lucu dapat menjadi
sarana komunikasi yang menarik. Demikian juga dengan menceritakan perasaan
Anda saat itu. Misalnya, jika Anda merasa grogi ketika itu, jangan tutup-tutupi
(karena mereka pasti bisa melihat). Dengan rendah hati, akuilah ketakutan
itu dengan jujur.
7. Apa yang Terjadi Selama Anda
Berbicara, Bisa Anda Manfaatkan untuk Keuntungan Anda!
Salah satu alasan orang takut berbicara di depan umum adalah karena dia
tidak mau dipermalukan di hadapan orang banyak. Bagaimana nanti jika aku
gemetaran dan suaraku tercekat? Bagaimana jika aku lupa sama sekali apa
yang harus kusampaikan? Bagaimana jika hadirin menolakku dan melempari aku
dengan benda-benda? Bagaimana nanti jika mereka keluar ruangan semua?
Bagaimana nanti jika mereka mengajukan pertanyaan sukar dan komentar
tajam?
Jika semua ini memang terjadi, memang akan membuat pembicara itu mendapat
malu. Untungnya, hal ini tidak sering terjadi. Sekalipun ini terjadi, ada
jurus jitu yang dapat dipakai untuk menangkalnya. Ingin tahu? Jika orang
mulai beranjak pergi, Anda bisa bertanya: "Apakah dari yang saya sampaikan
ada yang tidak Anda setujui? Apakah gaya
dan cara saya menyampaikan kurang tepat? Apakah yang saya sampaikan tidak
sesuai dengan harapan Anda? Ataukah ada yang salah masuk
ruangan?" Dengan menanyakan hal ini secara jujur dan rendah hati,
maka hadirin yang masih duduk akan setia hingga Anda selesai berbicara.
Pertanyaan ini juga memberikan kesempatan pada Anda untuk memperbaiki
kesalahan yang Anda lakukan saat itu. Prinsip yang sama juga dapat
diterapkan menghadapi penentang dan pengejek Anda. Anda selalu punya kesempatan
untuk memakai situasi apapun yang terjadi untuk keuntungan Anda.
8. Anda Tidak Bisa Mengatur Perilaku Khalayak
Anda
Ada
beberapa hal yang bisa Anda atur, yaitu: pikiran Anda, persiapan Anda,
pengaturan alat peraga Anda, penataan ruang pertemuan--tetapi satu hal
yang tidak bisa diatur, yaitu audiens atau khalayak Anda. Mereka akan bertindak
sesuai kehendak mereka sendiri. Jika mereka terlihat lelah atau gelisah, jangan
coba-coba untuk mengaturnya. Jika mereka membaca koran, atau tertidur
biarkanlah itu sepanjang tidak mengganggu yang lain. Jika mereka tidak
menyimak, jangan menghukum mereka.
Jika Anda menganggap bahwa Anda harus mengatur perilaku orang lain, maka
Anda akan stress sendiri. Anda hanya bisa mengatur diri Anda sendiri dan
sarana pendukung.
9. Hadirin Sesungguhnya Menginginkan Anda
Berhasil
Para hadirin menghendaki Anda sukses
menyampaikan materi. Sesungguhnya, sebagian besar dari mereka sangat
takut berbicara di depan orang banyak. Mereka tahu risiko kegagalan dan
dipermalukan yang Anda ambil ketika Anda maju di depan mereka. Mereka mengagumi
keberanian Anda mengambil risiko itu. Mereka akan di pihak Anda, apa pun yang
terjadi. Ini artinya, sebagian besar khalayak itu bisa memahami jika Anda
membuat kesalahan. Tingkat toleransi mereka terhadap kesalahan Anda cukup
tinggi. Anda perlu meyakini prinsip ini, terutama ketika merasa bahwa
penampinan Anda sangat buruk.
10. Kuasa Allah swt. Memampukan Anda
Prinsip terakhir ini sangat penting. Siapa pun Anda, ketika Allah
swt. berkarya dalam diri Anda, maka Anda akan menjadi pembicara yang mengubah
hidup orang lain. Dengan mengingat kesepuluh prinsip ini, percayalah
Anda tidak akan merasa cemas lagi ketika harus berbicara di depan umum.
Cara paling mudah untuk mengingatnya, adalah dengan mempraktikannya dengan
tekun.
No comments:
Post a Comment